Sabtu, 26 Juli 2014

25 Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung



Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul tentang mendaki gunung adalah "peralatan apa yang mesti dibawa?" Apalagi buat yang baru pertama kali mendaki gunung. Peralatan-peralatan berikut tidak semuanya mesti dibawa tergantung siapa, ke gunung mana dan kapan. Kenapa demikian? Sebagai contoh, saya pribadi tidak merasa nyaman menggunakan trekking pole saat mendaki. Bahkan pernah saat mendaki Gunung Slamet via Baturraden saya meninggalkan trekking pole ditengah perjalanan menuju puncak dan memilih menggunakan tangan untuk bertumpu jika diperlukan. Tapi bagi sebagian pendaki lain mungkin justru sebaliknya. Trekking pole mungkin bisa jadi menjadi salah satu peralatan yang harus masuk di dalam daftar peralatan yang harus dibawa saat hendak mendaki gunung. Tapi meskipun secara keseluruhan saya tidak merasa nyaman menggunakan trekking pole, pada saat mendaki gunung tertentu (biasanya yang berpasir dan berbatu) saya akan mempertimbangkan untuk membawa trekking pole. Artinya saat hendak mendaki gunung ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan untuk memutuskan peralatan apa yang mesti dibawa.

Berikut beberapa peralatan mendaki gunung sebagai salah satu referensi anda.
1) Ransel/tas gunung
Gunanya jelas untuk menaruh berbagai barang-barang keperluan anda selama pendakian. Mengapa ransel/tas gunung? Mengapa bukan tas atau ransel biasa saja? Ransel/Tas Gunung, sebagaimana namanya jelas di-design secara khusus untuk mendaki gunung. Salah satu kelebihannya adalah ransel/tas gunung di-design sedemikian rupa sehingga beban yang kita pikul bisa terdistribusi merata di badan. Hal ini akan membantu menghemat energi dan lebih nyaman. Makanya jangan heran, jika anda melihat pendaki yang membawa tas/ransel "supergede" tapi tetap kuat dan bisa mendaki tanjakan sedemikian terjal. Kelebihan lainnya adalah tas/ransel gunung memiliki sekat-sekat dan kantung-kantung yang di-design untuk memudahkan menaruh dan mengakses berbagai jenis barang. Apakah memakai tas/ransel biasa dilarang? Tidak ada "pengharaman" tentunya. Ada banyak teman-teman pendaki yang saya temui membawa tas/ransel biasa. Namun lagi-lagi, anda harus mempertimbangkan kemana, kapan dan siapanya serta jenis dan jumlah barang-barang yang anda bawa. Tapi diatas itu semua tentunya lebih dan sangat direkomendasikan untuk menggunakan ransel/tas gunung. Ada berbagai merk tas atau ransel gunung yang dijual di pasaran seperti: The North Face, Deuter, Eiger, Karrimor, Avtech, Consina, Alpine, dan lain-lain. Pilihlah tas atau ransel yang benar-benar nyaman di badan anda. Tas/ransel gunung terdiri atas berbagai kapasitas. Ada yang 40, 60, 80, 100 dan 120 liter. Sesuaikan dengan kebutuhan anda.

2) Tenda
Tenda diperlukan untuk berteduh dan beristirahat. Layaknya seperti rumah versi mini. Ada banyak sekali jenis tenda dengan berbagai model, ukuran, kapasitas  dan beratnya. Kalau anda mendaki misalnya cuma berdua, ya ngapain bawa tenda dengan kapasitas empat atau enam orang. Mungkin cukup membawa tenda dengan kapasitas dua orang. Setidaknya ada dua hal yang mesti dipertimbangkan saat membeli tenda, yakni beratnya, kekokohan dan kualitas bahannya dalam menahan dingin, hujan serta angin. Saya pribadi punya dua buah tenda. Masing-masing berkapasitas empat orang. Namun bedanya yang sangat mencolok adalah salah satu tenda lebih berat dibandingkan satunya lagi. Namun disisi lain tenda yang lebih berat ini justru bahannya lebih baik dan lebih hangat saat berada didalamnya. Namun karena saya pribadi saat mendaki cukup banyak membawa barang-barang lainnya, terutama peralatan kamera, maka tenda yang lebih ringanlah yang sering dibawa-bawa. Beberapa merk tenda yang dijual di pasaran misalnya Eiger, Bestway, Lafuma, Montana, Rei, dll.
3) Jaket
Jaket merupakan salah satu peralatan mendaki yang sangat penting untuk dibawa saat mendaki gunung, kecuali jika anda ke Gunung Sahari atau Toko Gunung Agung... He..he..he.. Just kidding :) . Okay, back to topic. Jaket berguna untuk menahan dan mengurangi dingin sehingga panas tubuh tetap terjaga. Hal ini berguna untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan akibat kedinginan. Pastikan jaket yang anda pilih memiliki kemampuan untuk itu karena ada banyak jenis jaket di pasaran dengan kualitas dan kemampuan yang berbeda-beda.

4) Sepatu atau sandal gunung
Namanya mendaki dimana kita akan berjalan kaki, tentunya alas kaki yang memadai diperlukan karena digunung kita akan melalui berbagai macam medan mulai dari hutan, semak belukar, pasir, bebatuan, lumpur dan juga sungai atau genangan air. Yang sangat direkomendasikan tentunya sepatu atau sendal gunung. Soal anda mau memilih yang mana (sepatu atau sendal gunung), tentunya kembali ke personal taste setiap individu. Saya pribadi lebih senang menggunakan sepatu gunung dibandingkan sendal karena saya merasa lebih leluasa dan nyaman bergerak dengan menggunakan sepatu. Biasanya saya juga membawa sandal sebagai cadangan. Sepatu gunung (sepatu hiking) tersedia dalam berbagai merk seperti Hi-tech, Karrimor, Vaude, North Face, Merrel, Rei, dll. Sepatu gunung ada yang tahan air (waterproof) dan ada juga yang tidak.

5) Jas hujan
Sesuai namanya jas hujan berfungsi untuk melindungi badan anda dari hujan saat mendaki sehingga badan dan peralatan-peralatan anda tetap kering. Selain itu jas hujan bisa juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bivak dalam kondisi darurat. Saya lebih menyukai jas hujan yang lebar ketimbang jas hujan yang terdiri atas sepasang celana dan baju yang fit ke badan. Jas hujan lebar memungkinkan saya menutup tas atau ransel gunung dan tas kamera yang biasanya saya taruh di depan dada. Selain jas hujan, terkadang saya juga membawa payung karena terasa lebih praktis pada situasi-situasi tertentu :). Pendaki bawa payung? Why not.. :)

6) Pakaian ganti secukupnya
Bawalah pakaian ganti secukupnya. Pakaian ganti diperlukan untuk jaga-jaga apabila pakaian anda basah atau lembab. Dengan mengganti pakaian badan akan lebih segar dan tetap hangat. Jumlahnya berapa tentunya tergantung setiap individu, tujuan dan berapa lama mendaki gunung. Saya biasanya membawa sepasang pakaian ganti untuk pendakian dengan lama menginap satu malam. Misalnya mulai mendaki sabtu pagi dan turun gunung hari Minggunya. Pilihlah pakaian dengan bahan yang ringan dan mudah kering. Akan lebih baik lagi jika anda menggunakan pakaian-pakaian hiking dengan bahan yang ringan dan cepat kering.

7) Kompor dan peralatan masak lainnya
Kompor dan peralatan masak dan makan diperlukan untuk memasak selama pendakian. Mengapa? Karena di gunung tidak ada warung ataupun foodcourt! He..he..Ya iyalah yaaa.. :) Peace ah..Becanda :). 

Bawalah kompor dan peralatan masak yang benar-benar dibutuhkan. Pertimbangkan juga ukurannya. Amat sangat tidak dianjurkan membawa kuali atau kompor gede anda yang di rumah! Repot pastinya ^_^
Gunakanlah kompor dan peralatan mini yang biasa digunakan untuk mendaki gunung. Ini bertujuan untuk kepraktisan dan meminimalisir beban yang dibawa. Untuk bahan bakarnya anda bisa menggunakan spirtus atau dengan menggunakan gas portable. Saya lebih suka membawa kompor gas dibandingkan kompor berbahan bakar cair karena lebih praktis.

8) Peralatan makan
Selain peralatan masak jangan lupa bawa juga peralatan makan seperti piring atau mangkuk atau nesting, sendok dan gelas. Seperti halnya peralatan masak, saya juga biasanya sebisa mungkin membawa peralatan yang berukuran kecil. Yang penting intinya ada wadah untuk tempat makan dan minum.

9) Sleeping bag
Sleeping Bag atau kantung tidur berguna untuk menutupi tubuh anda pada saat tidur di dalam tenda sehingga badan kita tetap hangat. Tidak dapat dipungkiri, meskipun anda tidur di dalam tenda, biasanya masih belum cukup untuk menghalau dinginnya udara pegunungan saat malam hari. Dua faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih sleeping bag adalah kualitas bahan dan ukurannya. Sleeping bag yang berukuran besar belum tentu bagus dalam menahan hawa dingin. Beberapa merk sleeping bag diantaranya Karrimor, Jack Wolfskin, Makalu, Eiger, Alpine, Walles, Consina, dll.

10) Matras
Matras berguna sebagai alas pada saat tidur di dalam tenda, atau saat nongkrong-nongkrong menikmati suasana diluar tenda, atau bisa juga untuk menaruh bahan-bahan makanan saat anda sedang masak-masak di gunung. Modelnyapun macam-macam. Ada yang terbuat dari aluminium foil dan ada juga yang terbuat dari karet.

11) Sarung tangan
Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan dari goresan, gesekan atau mungkin gigitan binatang-binatang kecil di tangan anda saat melewati trek di gunung khususnya di hutan-hutan lebat atau semak belukar. Selain itu sarung tangan juga berguna sebagai penghangat, karena salah satu bagian tubuh yang sensitif terhadap hawa dingin adalah jari-jari tangan. Saya biasanya membawa dua pasang sarung tangan, satu yang tebal yang biasanya dipakai saat melewati jalur-jalur berat misalnya ketika memasuki trek berbatu atau hutan atau semak-semak yang rimbun. Sedangkan satu lagi sarung tangan berbahan kain lembut yang biasanya saya pakai saat tidur.

12) Masker
Beberapa gunung memiliki trek berpasir dan sangat berdebu. Hal ini tentunya bisa mengganggu pernapasan. Masker berguna untuk menghindari debu saat mendaki gunung. Selain itu berguna juga untuk mengurangi terpaan dingin di bibir dan mulut.

13) Kupluk
Kupluk berguna sebagai penutup kepala untuk mengurangi hawa dingin. Meskipun kecil, kupluk sangat penting untuk menjaga panas badan. Kepala dan telinga juga sensitif terhadap dingin.

14) Headlamp atau senter
Merupakan benda yang termasuk penting untuk dibawa. Di gunung pastinya gelap. Pada malam hari yang ada hanya cahaya bulan dan bintang-bintang. Dengan headlamp (penerang/senter yang dipasang di kepala) atau senter akan membantu anda melakukan berbagai aktivitas di malam hari. Selain ituheadlamp/senter juga krusial saat melakukan perjalanan menuju puncak pada dini hari. Saya lebih menyukai menggunakan headlamp dibandingkan senter yang dipegang di tangan karena dengan headlamp, tangan saya lebih bebas bergerak dan bertumpu. Oya, jangan lupa bawa baterai cadangan untuk mengantisipasi habisnya energi baterai. Selain membawa baterai cadangan saya bahkan biasanya membawa headlamp cadangan juga atau sebuah senter berukuran kecil untuk mengantisipasi kalau-kalau terjadi kerusakan pada headlamp yang saya gunakan.
15) Kaos kaki
Kaos kaki diperlukan untuk menghangatkan kaki dan jari-jari dari hawa dingin seperti halnya sarung tangan. Manfaatnya akan sangat terasa saat tidur di malam hari. Saya setidaknya membawa dua pasang kaos kaki saat mendaki gunung. Sepasang dipakai saat trekking sedangkan sepasangnya lagi digunakan pada saat tidur.

16) Trash bag dan kantung plastik
Trash bag berguna untuk menaruh sampah-sampah selama pendakian. Misalnya bungkus-bungkus makanan yang anda bawa, kotoran makanan, dll. Selain itu trash bag juga berguna sebagai pelapis dibagian dalam ransel/tas gunung untuk menjaga agar barang-barang, terutama pakaian tetap kering. Pada kondisi tertentu bisa saja ransel/tas gunung anda lembab karena terpaan hujan dan hawa dingin. Tidak jarang barang-barang bawaan yang ditaruh di tas/ransel gunung juga bisa terkena imbasnya. Pasti gak enak rasanya dong kalau pakaian atau sleeping bag anda lembab! Jadi lapisi dulu bagian dalam tas/ransel dengan trash bag besar, baru kemudian masukkan barang-barang bawaan anda. Bawa juga kantong plastik berukuran sedang dan kecil untuk menaruh sampah dan pakaian kotor.

17) Peralatan navigasi
Peralatan navigasi diperlukan untuk menunjukkan arah atau membantu anda dalam keadaan tersesat. Peralatan tersebut diantaranya GPS, peta dan kompas.

18) Decker
Decker berguna untuk mengurangi beban lutut saat mendaki atau menuruni gunung sehingga meminimalisir potensi cedera di lutut. Barang ini tinggal dipasang di lutut. Decker ini bukan yang berbahan keras tentunya seperti yang digunakan di dunia otomotif, tapi yang terbuat dari kain yang berbahan lembut dan elastis.

19) Gaiter
Gaiter dipasang di atas sepatu menutupi hingga tungkai kaki dibawah lutut. Biasanya terbuat dari bahan kain atau polyester. Gunanya untuk melindungi tungkai kaki bagian bawah dan juga untuk menghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di gunung.

20) Trekking pole
Trekking pole berfungsi untuk membantu bertumpu saat mendaki terutama saat melewati lereng yang cukup miring. Istilah gampangnya adalah tongkat.Trekking pole ini bisa di-adjust sedemikian rupa panjang pendeknya sesuai dengan kebutuhan anda.

21) Pisau
Pisau tentunya berguna untuk potong-memotong. Misalnya memotong bahan-bahan masakan, tali, dll. Selain itu pisau juga berguna untuk berjaga-jaga (self defense) terhadap kemungkinan serangan binatang buas yang mungkin saja terjadi.

22) Obat-Obatan Pribadi
Siapkan obatan-obatan pribadi apalagi jika anda mempunyai penyakit khusus misalnya alergi, dll. Obat-obatan ringan lainnya yang bisa dibawa diantaranya obat luka, minyak kayu putih, salon pas, madu, balsem, gula merah, dll.

23) Tisu
Tisu berguna sebagai alat pembersih entah itu pembersih peralatan memasak dan makan maupun wajah.

24) Topi
Tujuannya cukup jelas yakni untuk mengurangi terpaan terik matahari di gunung.

25) Rain cover
Rain cover berguna sebagai penutup tas/ransel anda sehingga tidak basah saat hujan melanda. Rain cover juga tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan ukuran tas/ransel gunung. Rain cover ada yang bisa anda dapatkan saat membeli tas/ransel gunung dan ada juga yang tidak alias dijual terpisah dengan tas/ranselnya.

Selain peralatan-peralatan di atas ada juga peralatan lainnya seperti karabiner, tali, dll. Hmmm….Banyak sekali ya peralatannya! Repot dong mau naik gunung! Tenang…Anda tidak harus membawa semua peralatan-peralatan tersebut. Sekali lagi, pertimbangkan berbagai faktor saat hendak mendaki gunung. Peralatan-peralatan seperti gaiter, decker, trekking pole, dan topi misalnya lebih bersifat optional. Namun peralatan-peralatan seperti tenda, jaket, kupluk, sepatu/sandal, headlamp/senter, peralatan masak dan makan, tas/ransel misalnya, merupakan peralatan-peralatan yang sangat penting untuk dibawa saat mendaki gunung.

Bagaimana kalau misalnya tidak punya tenda? Solusinya carilah teman yang punya tenda yang mungkin bisa diajak mendaki bersama atau mungkin bisa dipinjam tendanya. Jika anda pergi mendaki berkelompok, peralatan seperti tenda dan peralatan memasak tentunya tidak perlu harus dibawa oleh setiap orang di dalam tim. Cukup berbagi tugas saja siapa yang membawa tenda, peralatan masak, dan lain-lain.

Demikian…Persiapkan diri kita sebaik mungkin sebelum mendaki. Selamat mendaki gunung. Semoga artikel ini bermanfaat.

Kamis, 10 April 2014

alasan aku dilahirkan


Pergaulan remaja saat ini semakin memprihatinkan. Tingkat kriminalitas di kalangna remaja juga semakin tinggi. Di media massa banyak memuat tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja. Tindak kriminal tersebut berfariasi seperti tawuran, geng motor, seks bebas, narkoba, pencurian, sampai pembunuhan.
Penyebeb kenakalan remaja seperti dalam media massa dituduhkan terhadap diri remaja itu sendiri. Padahal banyak yang menyebabkan perilaku remaja menyimpang. Kurangnya peran masyarakat dalam mengawasi pergaulan remaja dan tidak adanya sarana atau wadah untuk menyalurkan kreatifitas di dalam masyarakat merupakan salah satu penyebabnya. Remaja selalu haus dengan pengalaman. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan kegiatan bersama teman-teman sebaya.
Maumere adventure community adalah sebuah organisasi petualangan yang didirikan pada tanggal 20 agustus 2012 di Urupigang kabupaten Sikka. Organisasi ini hadir sebagai wadah untuk generasi muda kabupaten Sikka yang ingin melakukan kegiatan positif, dengan  beroganisasi, melakukan petualangan dan kegiatan sosial. Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan,. Wadah ini di halahirkan agar mampu membangun keakraban, kebersamaan, pengtahuan berorganisasi, dan melestarikan alam.

Saat anak menginjak usia remaja teman-teman dan masyarakat berperan paling banyak dalam proses pembentukan karakter. Karakter yang dapat terbentuk melalui Maumere Adventure Community diantaranya sikap tanggung jawab, disiplin, kerjasama dan kemandirian. Adanya organisasi di dalam masyarakat  remaja menjadikan sarana positif untuk pengembangan diri dan pembentukan karakter remaja. 

Minggu, 09 Maret 2014

Gua Liang Bua


Gua Liang Bua adalah salah satu situs arkeologi penting dunia. Di situs inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores. Tinggi badan manusia Flores sekitar 100 cm dan beratnya hanya 25 kg. Tengkorak manusia kerdil ini ditemukan seukuran buah jeruk dan diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu. Mereka hidup bersama-sama dengan gajah-gajah pigmi dan kadal-kadal raksasa seperti komodo.

Gua Liang Boa terletak di Pulau Flores, tepatnya di Dusun Rampasasa, Desa Liang Bua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Goa Liang Bua diperkirakan mulai terbentuk sekitar 190.000 tahun yang lalu. Hal ini didapat dari uji laboratorium terhadap sampel sedimen di pojok selatan goa. Diperkirakan goa ini terbentuk dari arus sungai yang membawa bebatuan menembus gundukan bukit. Setelah melalui proses panjang, bebatuan itu menjadi batuan sedimentasi. Kini lubang sejuk sepanjang 50 meter, lebar 40 meter, dan tinggi 25 meter ini terkenal hingga ke seluruh dunia, wisata mancanegara pun banyak yang penasaran dengannya.
Akses ke Kawasan ini yaitu dari kota Kupang Ibukota provinsi NTT, naik pesawat dengan waktu tempuh satu setengah jam ke kota Ende di Pulau Flores. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ruteng dengan angkutan umum berupa minibus selama sekitar empat jam. dilanjutkan  menuju Rampasasa, berjarak 13 km, dapat ditempuh dengan angkutan umum. Di wilayah Rampasasa, dapat menemukan losmen dan rumah makan


Air Terjun Matayangu


  Bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja? Air Terjun Matayangu mencoba untuk memberikan suasana yang berbeda. Air terjun ini berada di Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana, Nusa Tenggara Timur. Air terjun ini masih sangat asri dan jarang dieksplor oleh manusia.
Masyarakat sekitar yang juga sangat memelihara alam sebagaimana adanya sehingga memberikan daya tarik natural yang sangat memesona dengan gemuruh air terjun bagaikan mutiara putih yang berkilau diterpa matahari siang. Kicauan burung-burung dan dedaunan yang ditiup angin akan membuat Anda merasa nyaman dan betah untuk menikmati suasana air terjun sambil berenang di kolam dengan hempasan air dari puncak tebing.
Suasana hutan musim semi dan tebing-tebing yang terjal dapat Anda saksikan jika Anda berkunjung ke objek wisata ini. Wajar saja, Air Terjun Matayangu terletak di dalam Taman Nasional Manupeu. Jika beruntung, Anda akan melihat berbagai kupu-kupu yang indah. Sebab, di taman nasional ini memang terdapat 57 jenis kupu-kupu termasuk tujuh endemik Pulau Sumba, yaitu Papilio Neumoegenii, Ideopsis Oberthurii, Delias Fasciata, Junonia Adulatrix,Athyma Karita, Sumalia Chilo, dan Elimnia Amoena.
Kurang puas dengan air terjunnya, Anda juga bisa berjalan-jalan mengelilingi taman nasional seluass 88.000 hektar ini. Terlalu luasnya, mungkin Anda tidak akan bisa menyaksikan seluruh keindahan taman nasional beserta air terjunnya dalam waktu satu hari.
Waktu terbaik yang disarankan untuk mengunjungi taman nasional ini adalah bulan Maret sampai Juni dan Oktober sampai Desember. Sebab, di bulan itu lah air terjun akan memuntahkan air dengan debit yang maksimal. Untuk mencapai taman nasional ini, Anda bisa melalui rute yang biasa digunakan oleh para wisatawan. Perjalanan di awali dengan menggunakan pesawat terbang dari Kupang menuju Waingapu sekitar 1 jam. Lalu, dari Waingapu menuju ke Waikabubak dengan kendaraan roda empat selama sekitar 2 jam.
Keramahan dan kehangatan warga sekitar dan keindahan alam serta ekosistem di dalamnya sangat menarik untuk dikunjungi. Tunggu apa lagi? Jadikan Air Terjun Matayangu di agenda liburan Anda!